Banner
Home

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakasih yang telah melimpahkan rahmat serta anugerahNya kepada kita semua. Pada bulan Mei ini kita pantas bersyukur karena tepat tanggal 28 Mei 2011 Yayasan Asti Dharma merayakan Pesta Pelindung sekolah yaitu kepada “Bunda Hati Kudus“ yang senantiasa mendampingi dan melindungi sekolah-sekolah khususnya dalam naungan Yayasan Asti Dharma hingga saat ini.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini pula Yayasan Asti Dharma khususnya di unit Grogol juga merayakan pesta perak dan Purna Tugas bagi para Guru dan Karyawan yang telah mendampingi serta dengan setia membaktikan diri pada Yayasan Asti Dharma.

Proficiat kepada Bapak/Ibu Guru dan Karyawan yang telah berkarya 25 th kepada:

  1. Ibu Anastasia Sukarti ( TK BHK )
  2. Ibu Maria Flora Didit I. ( SMA BHK )
  3. Ibu Lucia Sri Woeryanti ( SMA BHK )
  4. Bpk. Eka Heri Nugraha ( SMA BHK )
  5. Bpk. Yoseph Beda ( Yayasan )

Terimakasih atas rahmat Kesetiaan pada tugas dan pelayanan kepada:

1. Bpk. Jackson Y. Sianturi ( SMP BHK )

2. Bpk. Ismet Arifin Hidayat ( SMA BHK )

 

sta43603
sta43603
sta43619
sta43620
sta43623
sta43631
sta43635
sta43642
sta43661
sta43664
sta43674
sta43678
sta43686
sta43696
sta43698
sta43700
sta43703
sta43704
sta43708
sta43714
sta43715
sta43719
sta43738
sta43744

 
image1
image1
image10
image2
image3
image4
image5
image6
image7
image8
image9
 

Peningkatan profesionalisme melalui pengembangan kreativitas sudah menjadi tuntutan dan tanggungjawab tenaga pendidik, tak terkecuali guru TK dan SD. Dalam rangka meningkatkan kreatifitas guru TK dan SD (khususnya mata pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian), Yayasan Asti Dharma Cabang Kota Wisata menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Handycraft” dari bahan handuk pada Sabtu, 9 April 2011 bertempat di Aula TK BHK Kota Wisata.

Pelatihan ini dibawakan oleh Ibu Emy Agus dan Ibu Ros yang diberikan talenta untuk membuat berbagai macam bentuk keterampilan dari berbagai barang bekas dan barang-barang yang ada disekitar. Kali ini mereka membagikan talentanya dengan membuat berbagai bentuk binatang dan bunga serta souvenir lainnya dengan menggunakan media potongan handuk.

Para bapak dan ibu guru terlihat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan  ini dari awal sampai akhir. Keterampilan dan kreativitas ini dirasakan sungguh bermanfaat dan membantu guru dalam penciptaan media pembelajaran yang bervariasi. Lebih jauh lagi, kreativitas tersebut memiliki peran penting dalam metode pembelajaran. Dengan mengembangkan metode kreativitas ini, Yayasan mengharapkan guru dapat memberikan sikap pelayanan yang lebih baik kepada murid-muridnya.

gambar1
gambar1
gambar2
gambar3
gambar4
gambar5
gambar6

 

Sabtu, 16 April 2010, para guru TK dan SD Bunda Hati Kudus Kota Wisata yang berjumlah 61 orang mengikuti pelatihan “Character First” di Aula TK BHK yang diselenggarakan oleh Yayasan Asti Dharma Cabang Bogor. Dalam kesempatan ini Yayasan Asti Dharma juga mengundang 9 orang bapak/ibu guru dari Sekolah Kasih Bunda yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus.

Pelatihan yang berlangsung mulai pukul 08.00 sampai dengan 12.30 WIB ini diadakan dalam rangka peningkatan profesionalitas guru. Pelatihan ini bukan pertama kalinya diselenggarakan oleh Yayasan, tujuannya untuk lebih mengingat kembali betapa pentingnya pendidikan karakter bagi anak didik kita. Globalisasi dengan segala efeknya, baik positif maupun negatif telah menuntut kita, khususnya pendidik untuk lebih proaktif dalam membina karakter anak, dari pada sekedar hnaya menenkankan aspek kognitif.

Acara ini dibawakan oleh Bapak Edi Hartono, alumni BHK Grogol tahun 1985. Beliau didampingi juga oleh istrinya, ibu Yosephine. Lewat pemaparan dengan contoh nyata dalam keluarganya, para bapak/ibu guru diajak berefleksi betapa indahnya jika anak didik kita memiliki karakter yang positif. Karakter menunjukkan siapa diri kita sebenarnya dan menentukan bagaimana seseorang membuat keputusan. Bapak/Ibu guru yang telah menjadi orangtua pun merasakan materi ini sangat berguna untuk diterapkan dalam mendidik putera/puterinya di rumah.

Sekedar mengajak untuk mengingat kembali apa itu “Character First”, kami diberikan kartu karakter atau sebutannya dictionary pocket berisi 49 kualitas karakter yang dapat ditunjukkan seseorang, yaitu Siaga, Penuh perhatian, Kesediaan, Baik Hati, Berani, Hati-hati, Peduli, Berpuas hati, Kreatif, Tegas, Santun, Dapat diandalkan, Tekad, Rajin, Ketajaman membedakan, Arif, Tabah, Antusias, Iman, Fleksibel, Pemaaf, Murah hati, Lembut, Tahu berterimakasih, Hormat, Ramah, Rendah hati, Inisiatif, Sukacita, Adil, Loyal, lemah Lembut, Taat, Tertib, Sabar, Persuasif, tepat Waktu, Pendaya guna, Tanggung Jawab, Aman, Pengendalian Diri, Peka, Tulus, Cermat, Hemat, Toleran. Jujur, Saleh, dan Bijak.

Banyak hal penting yang didapat dari pelatihan ini, diantaranya kami diingatkan untuk senantiasa memberikan pujian terhadap karakter yang ditunjukkan oleh seseorang, baik anak didik maupun orang-orang disekitar kita. Cara mengkomunikasikan pujian dapat melalui berbagai bentuk, antara lain kartu/ucapan penghargaan, memberikan tanggungjawab khusus, sertifikat penghargaan, pujian di depan publik, dan lain sebagainya. Yang terpenting, hindari kata-kata pembanding untuk memuji seperti “selalu” atau “paling”.

Pada dasarnya, karakter sebenarnya bukan sekedar diajarkan tapi diteladankan, jadi kita sebagai pendidik atau orangtua harus bisa menjadi teladan dalam karakter agar anak didik atau putera/puteri kita dapat memiliki karakter seperti yang kita teladankan. Meskipun demikian, karakter juga tetap perlu diajarkan. Dalam Program Character First, kita diajak untuk mengajarkannya lewat puisi, lagu, dan gerakan/tarian yang membuat anak mudah untuk mengingat setiap karakter yang ingin ditonjolkan.

Membina karakter pada generasi muda kita saat ini sudah menjadi kebutuhan sekaligus tuntutan yang harus dipenuhi. Untuk itu, dalam mempraktekkan pendidikan karakter pada anak didik, Bp. Edi memberi beberapa tips praktis sebagai berikut:

  • Pendidikan karakter tidak diberikan dalam 1 mata pelajaran, tapi diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran. Jika perlu, ada 1 orang guru yang khusus mengajarkan nyanyi, puisi dan gerakan/tarian, tetapi tetap tanggung jawab pembinaan karakter anak didik ada pada guru
  • Tekankan bahwa tanggungjawab ada di tangan semua guru dan masing-masing wali kelas sehingga pendidikan karakter dapat menjadi suatu budaya
  • Pendidikan karakter diberikan dalam kelas baik kelompok besar maupun kecil dalam 1 jam/minggu namun diingatkan setiap hari
  • Jadwalkan pujian untuk setiap anak dengan masing-masing karakter yang ditunjukkannnya.

Acara ini ditutup oleh suster Regina selaku Ketua Yayasan dengan satu harapan pelatihan ini dapat diterapkan dalam hidup karya dan keluarga masing-masing. Semoga para pendidik, khususnya guru/karyawan BHK dapat menjadi teladan dalam pembinaan karakter bagi seluruh generasi muda yang dipercayakan pada kita.

gambar1
gambar1
gambar2
gambar3
gambar4
gambar5
gambar6

 

 

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakasih yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah kepada kita semua dalam penziarahan hidup dan karya di dunia ini. Saat ini kita pantas bersyukur atas penyelenggaraan serta kasih-Nya yang senantiasa mendampingi dan membimbing SMA BHK yang telah melalui berbagai masa, baik masa yang menyenangkan maupun masa yang sulit hingga saat ini. Tepatnya tanggal 12 Januari 2011 SMA BHK akan merayakan  40 tahun berdirinya SMA BHK, dan ungkapan rasa syukur tersebut diwujudkan dalam berbagai acara yang salah satunya adalah kegiatan sosial yang diberikan para alumnus SMA BHK kepada segenap Guru, Karyawan dan Pensiunan dalam naungan Yayasan Asti Dharma yaitu pemeriksaan mata dan pap smear gratis yang pelaksanaannya dilakukan pada hari Rabu tanggal 15 Desember 2010 di Aula BHK Jakarta.

Semoga dengan usia yang semakin bertambah, mutu SMA BHK  dapat semakin meningkat, sehingga visi dan misi SMA BHK dapat tercapai dengan sukses. Amin

 

“PROFICIAT DAN DIRGAHAYU SMA BHK “

img_0569
img_0569
img_0577
img_0579
img_0580
img_0581
img_0582
img_0584

 
More Articles...
  • 1yayasan.gif
  • gedung1.gif
  • gedung2.gif